RSS

Disaster Recovery Planing (DRP)

Disaster recovery planning seperti seperti terjemahan ke dalam bahasa Indonesia, merupakan perencanaan untuk pengelolaan secara rasional dan cost-effective bencana terhadap sistem informasi yang akan dan telah terjadi. Di dalamnya terdapat aspek catastrophe in information systems. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa DSP merupakan suatu perencanaan atau langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh, baik pemerintah maupun lembaga/perusahaan lain untuk memback-up data-data yang terkait dengan aset dan proses bisnis yang dilakukan sebelum terjadi hal-hal tidak terduga yang disebabkan oleh disaster atau bencana alam.  DSP sendiri dimaksudkan untuk meminimilkan resiko sekecil apapun kehilangan data/sistem yang ada.

DSP sendiri yang paling banyak disebut adalah yang dilakukan oleh IBM. IBM mengeluarkan perangkat bernama IBM Disaster Recovery Center. Dengan perangkat ini perusahaan hanya perlu mengkhawatirkan masalah kinerja dan productivitas perusahaan. Semua pembackupan data dapat dilakukan oleh IBM DRC ini. Selain itu dengan adanya koneksi internet, seluruh data yang telah diback-up oleh IBM DRC dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

Selain dengan adanya IBM DRC, pemerintah mencoba untuk melakukan pemback-upan data yang terkait dengan pemerintah. Pada pemerintah, terdapat prosedur-prosedur yang harus dilakukan sebelum melakukan DSP. Dimulai dari penyusunan entitas berdasarkan dari probabilitas dan frekuensi bencana. Langkah selanjutnya adalah menganalisis entitas yang ikut serta dalam pemulihan bencana. Setealh hal tersebut dilakukan dilanjutkand engan tugas koordinasi pemulihan bencanan untuk bencana informasi dan akuntansi yang terkait dengan data pemerintah. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada untuk memperoleh hasil yang terdokumentasi dan tepat sasaran.

Prosedur DSP yang dilakukan berbeda antara satu perusahaan dengan perusaahaan lain. Perbedaan juga didapatkan pada prosedure DSP perusahaan dan pemerintah. Selain itu, pemilihan prosedur DSP tergantung dari tujuan dan kepentingan dari pengguna DSP.

Sumber :

1. Klasiber Glosarry MSDTI

2. DSP : Manajemen Bencana Administratif dan Akuntansi

 
Leave a comment

Posted by on May 30, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , ,

Review Artikel Insourcing, Outsourcing, Co-Sourcing dan Self-Sourcing…

Dewasa ini banyak perusahaan yang lebih memilih untuk memperkerjakan pihak ketiga (selain karyawannya sendiri) untuk menyelesaikan suatu job. Bentuknya pun bermacam-macam seperti : Insourcing, Outsourcing, Co-Sourcing dan juga Self Sourcing. Pemilihan bentuk-bentuk pekerjaan pihak ke-3 oleh perusahaan ini tergantung dari banyak hal, bukan semata-mata karena keuntungan dari segi material namun juga competitif strategi dari segi yang lain juga. Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai perusahaan dan pihak ke-3 yang dipekerjakannya, alangkah lebih baiknya jika kita membahas mengenai pengertian atau pemahaman secara umum tentang ke4 jenis pemerkerjaan pihak ke-3 ini.

Salah satu blog yang membahas mengenai masalah ini adalah seperti yang dituliskan pada blog Lovita, dijelaskan secara mendetail pengertian, keuntungan, kelemahan serta alasan dari penggunaan pihak ke-3   dalam suatu perusahaan. Keempatnya walaupun hampir sama, tentu saja memiliki perbedaan, seperti pada insourcing dan outsourcing. Sementara insourcing mengoptimalkan pegawai perusahaan mereka sendiri dalam mengerjalan suatu job, outsourcing sebaliknya, memperkerjakan pihak ke-3 dalam menyelesaikan suatu job yang ada. Hal ini tentu saja atas pemilihan beberapa pertimbangan yang cukup mendasar, seperti dengan memperkerjaan pihak ke-3 pekerjaan dari pegawai perusahaan menjadi tidak terganggu, sementara pemilihan insourcing juga perusahaan mempertimbangkan untuk memperdalam kemampuan dari pegawai sendiri dibandingkan dengan memberikan pengetahuan kepada pihak lain. Selain insourcing dan outsourcing terdapat juga co-sourcing dan selft sourcing. dalam blog yang di tulis Lovita di atas, penjelasan tentang ke-4 tipe ini dijelaskan secara mendetail dan jelas.

Dalam penggunaanya, perusahaan bisa memilih salah satu dari jenis yang ada, bisa juga mecombinasikan beberapa tipe secara bersama. Hal ini kembali lagi pada pertimbangan perusahaan dalam menentukan penggunaan tipe yang ada. Pada pemilihan tipe yang ada perusahaan mempertimbangkan beberapa faktor seperti biaya, penyebaran knowledge/pengetahuan perusahaan, competitive adventage perusahaan dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Semua kembali lagi kepada tujuan perusahaan dan manfaatnya kepada perusahaan.

Source :  Blog Lovita 

 
Leave a comment

Posted by on May 25, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , , , , , , ,

IT Worker di Indonesia? Mapan kah?

Seperti halnya negara dengan banyak perusahaan yang mengenal IT sebagai salah satu bagian utama dari proses bisnis, Indonesia mulai banyak mempekerjakan pegawai untuk menangani masalah IT yang terdapat di masing-masing perusahaan. Namun berbeda dengan pegawai lainnya (karena fokus utama dari pembahasan ini adalah IT Worker), timbul masalah baik dari perusahaan ke IT Worker maupun sebaliknya. Hal ini tentu saja disebabkan oleh banyak faktor, tetapi sebelum membahas masalah tersebut, pertama-tama kita akan membahas mengenai karakteristik dari IT Worker yang ada di Indonesia dan beberapa perbandingannya dengan yang berada di luar negeri (di luar Indonesia).

Secara umum, karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pekerja yang ingin bekerja di bidang IT antara lain tentu saja harus memiliki kemampuan di bidang IT, hal ini tidak menutup kemungkinan orang dari bidang lain yang mempelajari IT secara otodidak dapat mendaftar menjadi pegawai IT, selain itu kemampuan untuk dapat menganalisis suatu masalah dan cara penyelesaiannya menjadi salah satu karakteristik selanjutnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan si calon pegawai IT tersebut untuk beradapatasi secara cepat dan mampu bekerja bersama tim, hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang menerapkan pekerja di bidang IT bekerja di dalam tim. Karakteristik selanjutnya yang harus dimiliki adalah kemampuan dalam menjaga kerahasiaan data, tentu saja hal ini terkait dengan tugas dan peran IT Worker sebagai pengelola dari perusahaan mulai dari masalah administrasi hingga masalah keuangan perusahaan. -Untuk kode etik dari IT Worker dapat dilihat di IEEE (Institute Of Electrical And Electronics Engineers) yaitu suatu organisasi internasional yang beranggotakam para engineer/insinyur untuk pengembangan IT yang lebih baik dan layak.-

Masalah lalu muncul saat suatu perusahaan menganggap bahwa karakteristik IT Worker ini mengharuskannya untuk bekerja di bidang yang lain. Seorang pegawai IT dapat menangani beberapa bidang secara bersamaan. Pegawai IT dianggap sebagai sumber daya tunggal sebagai salah satu cara mengurangi jumlah pengeluaran perusahaan terhadap gaji pegawai. Pada berita yang dilansir oleh http://www.kompas.com merujuk pada hasil survey yang dilakukan oleh media teknologi ZDNet Asia menunjukkan bahwa di Indonesia pegawai IT memiliki gaji paling rendah jika dibandingkan dengan negara ASIA lainnya. Gaji yang paling tinggi dimiliki oleh Hongkong dengan angka 63.990 dollar AS per tahun. Selanjutnya Singapura dengan 51.864 dollar AS, Thailand 21.117 dollar AS, Malaysia 20.612 dollar AS, China 19.674 dollar AS, India 13.592 dollar AS, Filipina 8.816 dollar AS, dan terakhir Indonesia dengan jumlah gaji sebesar 7.017 dollar AS. Sementara itu dalam kemampuan, IT Worker yang ada di Indonesia tidak kalah dengan yang ada di negara lain. Dilihat dari pengalaman kerja rata-rata IT Worker yang ada memiliki rata-rata pengalaman kerja sebanyak 6,7 tahun dibandingkan dengan Cina yang hanya selama 6,2 tahun. Pegawai di Indonesia juga memiliki minimal 1 buah sertifikat sebesar 29,3%, lebih tinggi dibandingkan dengan negara Filipina dan Cina. Hal ini membuktikan bahwa pegawai IT di Indonesia tidak mendapatkan kompensasi yang layak jika dibandingkan dengan kualifikasi yang dimilikinya dan beban kerja yang ditanggung.

Dengan semua permasalahan yang disebabkan oleh perusahaan ke pegawai IT tentu saja banyak dari IT Worker yang mencari jalan tengah untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya ditengah himpitan ekonomi yang semakin tinggi, salah satu caranya adalah dengan mengambil side job atau kerja sampingan. Bahkan tidak sedikit dari pegawai IT yang tidak memiliki kepuasan atas kompensasi kerja mereka lebih memilih untuk pindah kerja atau bahkan membuka usaha mandiri. Hal ini menyebabkan usaha-usaha mandiri mulai menjamur di berbagai provinsi selain itu menimbulkan fenomena kutu loncat untuk IT Worker yang ada di Indonesia. Namun kembali lagi, bahwa munculnya suatu fenomena pasti memiliki penyebab yang dapat ditelusuri. Jika berandai-andai, jika pegawai IT mendapatkan bayaran yang seimbang dengan kualifikasi dan beban kerja yang ditanggung serta mendapatkan penghargaan oleh perusahaan yang mempekerjakannya maka tentu saja fenomena IT Worker ini dapat diminimalisir.

 

Source Tambahan :

1. Kompas

2. Curhat IT Worker

3. Etika Profesi IT Worker

 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , , ,

Arem-Arem Mie

Bahan :

  1. 5 bungkus indomie
  2. 5 bungkus bumbu indomie
  3. 350 gr daging cincang
  4. 1 buah bawang bombay
  5. 10 butir bawang merah
  6. 1 gelas susu encer
  7. 1/4 kg wortel,dipotong kecil lalu direbus sebentar
  8. 5 sendok minyak goreng untuk menumis
  9. 3 butir telur ayam
  10. daun pisang untuk membungkus
  11. garam,merica,gula pasir secukupnya
  12. 5 sendok makan kecap manis

Cara Membuat:

  1. Bawang dipotong halus,lalu ditumis harum.masukkan daging,wortel dan semua bumbu, masak sampai matang.
  2. Rebus indomie dengan 4 gelas air sampai matang. tiriskan lalu masukkan susu dan bumbu indomie,masak kembali.
  3. Kalau airnya sudah mengering, angkat dari api dan dinginkan sebentar, lalu masukkan telur dan aduk.

(author pengen coba kalo udh di rumah ^^)

Sumber : http://cuek.wordpress.com/2007/03/22/arem-arem-mie/

 
Leave a comment

Posted by on May 4, 2012 in Just For Fun

 

Tags: , ,

Kupas IT Policy

Semenjak banyaknya penggunaan IT di segala bidang, dirasakan perlu membangun sebuah aturan dalam penangan IT sehingga nantinya tidak timbul penyalahgunaan IT (missused IT) yang tidak bertanggung jawab. Aturan ini disebut IT Policy atau seperti banyak sebutan lainnya (tergantung dari bidang/lembaga yang membuatnya) seperti Kebijakan IT, Aturan IT, dan lain sebagainya.

IT Policy sendiri untuk di luar negeri telah menjadi salah satu hal penting yang dibangun setelah pembangunan IT di lembaga atau perusahaan sehingga setiap lembaga tidak hanya pendidikan memiliki aturan-aturan dalam penggunaan IT di lingkungan sekitar mereka baik dalam hal ini penggunaan internet, email, hardware dan software (yang menyangkut penggunaan IT) dan lain halnya. IT Policy ini banyak bersifat general sehingga dapat dipublis ke masyrakat umum dan ada juga yang bersifat privasi jika hal itu menyangkut sesuatu yang krusial atau penting dalam operasional lembaga atau perusahaan sehingga tidak dipublis ke masyarakat umum.

Berbeda dengan di Indonesia, IT Policy ini masih menjadi sesuatu hal yang “hanya ditulis namun tidak dijalankan”. Banyak perusahaan yang tidak memiliki IT Policy, saat ini saja di Indonesia yang mulai sadar dalam perlunya pembuatan IT POlicy hanya lembaga pendidikan seperti Universitas yang telah menggunakan sarana dan prasarana IT sebagai salah satu fasilitas pendukung proses belajar mengajarnya. Di Indonesia banyak kasus penyalahgunaan IT (missused IT) namun bahkan dengan adanya UU ITE sendiri hanya beberapa kasus yang dapat ditangani secara bijaksana dan sesuai porsinya.

saat author mencari beberapa contoh dari IT Policy di Internet, yang banyak muncul adalah kebijakan IT yang ada di luar negeri, sementara untuk di Indonesia sendiri kebijakaan IT ini hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar yang telah dikenal masyarakat umum dan lembaga-lembaga pendidikan (yang telah author tadi sebutkan). Salah satu contoh dari IT POlicy yang ada dimiliki oleh salah satu Universitas di Indonesia.  Kita akan bahas sedikit mengenai IT POlicy yang ada di universitas ini.

1. Pada IT Policy ini telah dibahas mengenai penggunaan IT yang ada di lingkungan kampus baik secara Umum (general) dan untuk civitas akademik yang ada di lingkungan kampus seperti karyawan dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan batasan tanggung jawab yang berbeda kepada civitas akademik dan tamu (yang menggunakan IT di lingkungan kampus) secara umum.

2. Seperti kebanyakan lembaga yang menerapkan IT POlicy di Indonesia aturan-aturan yang ada masih bersifat umum dan belum lengkap. Masih terdapat banyak celah yang memungkinkan penyalahgunaan IT. Selain itu belum adanya penulisan sanksi kepada orang yang melakukan missused IT dan hanya berupa sanksi moral dan sosial saja tidak menyebabkan efek jera terhadap orang yang melakukan penyalahgunaan IT itu sendiri.

3. Aturan-aturan yang ada tidak membahas mengenai aturan-aturan khusus misalnya dalam hal penamaan email yang digunakan oleh civitas akademik apabila melakukan komunikasi, baik dengan pihak luar maupun apabila berkomunikasi mengenai masalah akademik atau yang terkait dengan akademik kampus. Selain itu di dalam IT Policy ini belum dibahas mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak kampus apabila telah terjadi missused dalam penggunaan IT tersebut.

Ini adalah beberapa hal yang telah author dapatkan dari IT Policy yang ada. Pembahasan tentang IT Policy ini tentu saja berbeda hasilnya apabila dilakukan oleh orang yang berbeda.

Pembahasan IT Policy sendiri di Indonesia walau sekarang telah ada aturan yang disahkan oleh pemerintah, namun apabila tidak dijalankan dengan baik sesuai dengan aturan tersebut, maka aturan tersebut tidak lebih dari hanya berupa kumpulan tulisan yang dibuat oleh orang lewat.

Untuk melengkapi tulisan ini berikut author melampirkan beberapa link tentang contoh IT Policy baik di INdonesia maupun di luar Negeri.

IT Policy UPH (here) <- IT Policy yang author jadikan bahan pembahasan

Contoh IT Policy di Indonesia lainnya.

1. IT Policy UII (here)

2. IT Policy ITB (here)

Contoh IT Policy di Perusahaan yang berpusat diluar negeri tapi telah memiliki cabang di Indonesia

1. IT Policy BlackBerry (here)

2. IT Policy Gameloft (here) Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on April 27, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , ,

Aside

Ada beberapa tools yang digunakan dalam pengembangan/pembuatan manajemen proyek baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Tools-tools ini ada bersifat berbayar dan gratis (open source). Beberapa diantaranya seperti Microsoft Project, BaceCamp, Gemini, Planner, PHProjekt, Clarizen, Project Open dan lain sebagainya. Tools Manajemen Project yang kali ini akan kita bahas adalah Project Open.

Project Open merupakan tools manajemen Proyek yang bersifat gratis atau open source. Projcet Open mendukung beberapa bisnis proses dari berbagai jenis industri. Sebagai contoh pada bisnis Agency, Translator, IT service Management dan Consultant. Beberapa kelebihan dari penggunaan Project Open antara lain :

  1. Membantu pengguna dalam mengatur projek mereka. Ini merupakan tujuan dari penggunaan tools pada manajemen projek.
  2. Tools ini mendukung semua stakeholders selama seluruh lifecycle dalam proyek. Tools ini mendukung perencanaan proyek dengan menggunakan metode seperti penjadwalan GANTT, struktur detail jadwal-kerja dan tools perencanaan sumber daya. 
  3. Integrasi Tools ini dapat mengantikan beberpa palikasi tunggal. Tools ini dapat menggantikan hinga 10 aplikasi berbeda dengan mengintegrasikan beberapa produk sofware ke dalam satu penyelesaian. 
  4. Software Profesional Software ini untuk profesional, dibuat oleh profesional. Tidak hanya sistem dibuat dengan komponen berkualitas tapi juga prosedure yang ahli yang dibutuhkan oleh perusahaan besar seperti pencarian sumber biaya dan laporan data warehouse. 
  5. Tool ini bersifat gratis Tools ini dapat didonwload, diimplenetasikan dan diverifiaksi oleh semua orang. Hal ini menjamin bahwa investasi Anda dijamin. Tidak perlu bergantung pada produsen perangkat lunak tunggal untuk upgrade dan perkembangan lebih lanjut. 
  6. Kebebasan dalam memilih Software ini berjalan diseluruh platform. Pengguna dapat mendownlaod dan menginstallnya di Windows, Mac atau seluruh veri Linux. Project Open juga menyediakan hosting dan SAAS (Software as A Service) dari semua yang mengkhawatirkan pembayaran. 
  7. Pengembangan Software secara terus menerus Keuntungan penggunda dri usah penggabungan komunitas dan tim Project Open. Pengembang diseluruh dunia secara terus menerus menyediakan project dengan model dan perkembangan yang baru. 
  8. Dapat dikembangkan dan fleksibel Sebuah series pada modul sistem ini dapat dengan mudah diplugin ke dalam sistem dan dapat diatur sesuai dengan yang pengguna inginkan. Software ini juga mendukung proses bisnis pada bisnis berukuran kecil dan sedang sebaik pada department dengan banyak bagian. 
  9. Mudah diinstal Dengan mendownload virtual mesin dan tools ini akadn berjalan dan bekerja dalam hitungan mneit. Sebuah alat konfigurasi menolong pengguna untuk menconfigurasi sistem. 
  10. Mudah dicustomize dan dikembangkan Software ini berkembang sebanyak perusahaan anda berkembang. Platform teknis yang mendasari membuat upgrade jauh lebih mudah. Sistem ini dapat dibunakan oleh ribuan pengguna ssecara bersamaan tanpa membutuhkan perkembangan teknologi yang mahal seperti masalah server. 
  11. Kemudah diakses Software ini berbasis web sehingga memudahkan pengguna untuk terkoneksi dengan software ini kapanpun dari komputer manapun di bagian dunia manapun.

Penginstalan dari sofware ini sendiri sangat sederhana. Dimulai dari menginstal tools ini pada server local/PC/laptop/MAC kemudian hasil yang cepat dan mudah untuk dimulai dengan menggunakan Project Open “Demand” yang selanjutnya dikirimkan ke Internet.Selanjutnya hanya tinggal pilihan pengguna dalam mengguna software Project Open.

Sumber : http://www.project-open.com

oke, ini sedikit review mengenai salah satu Tools yang dapat digunakan pada Management Project, someday kalau author ada waktu lain, akan dibahas mengenai tools lainnya yang ada…

Selamat membaca…. 

Manajemen Project Tools

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2012 in Non-Kuliah

 

Tags: , , , ,

IT Strategic Planning

Now, we will -ehmmm- a little bit night talking bout IT strategy planning atau yang lebih banyak dikenal dengan nama Rencana Strategi TI.

IT strategy planning (ITSR) atau  Rencana Strategi TI seperti namanya adalah strategi dalam merencanakan penggunaan TI yang ada dalam perusahaan agar dapat bekerja dengan efektif dan efisien. ITSR ini sendiri sebenarnya tidak memiliki bentuk baku atau aturan dasar dalam pembuatannya. Bentuk dari ITSR ini tergantung dari perusaahan/instansi/lembaga yang mengeluarkannya.

Sehubungan dengan tugas author minggu ini tentang membandingkan ITSR maka dengan ini author telah mencari dokumen yang terkait dengan ITSR yang ada.

Satu dokumen merupakan contoh ITSR yang dibuat oleh salah satu lembaga pendidikan yang ada yaitu dari University Of Colorado Boulder  untuk tahun 2010 dan satu contoh dokumen ITSR lagi dibuat oleh United States Department of Agriculture (USDA) untuk tahun 2007-2011. Karena ITSR yang dibuat oleh lembaga yang berbeda maka bentuk dari ITSRnya pun berbeda. Berikut adalah beberapa perbandingan yang author dapat pada kedua dokumen ITSR berikut.

  1. Pokok pembahasan yang ada pada ITSR kedua lembaga ini berbeda. Pada ITSR USDA lebih banyak membicarakan mengenai management IT terkait dengan pemerintahan dan masalah agriculture sedangkan pada ITSR UCB lebih banyak membahas mengenai IT pada lembaga pendidikan.
  2. ITSR USDA dan ITSR UCB memiliki jangka waktu yang berbeda. Pada ITSR USDA memiliki jangka waktu 4 tahun dari tahun 2007 hingga 2011 sedangkan pada ITSR UCB hanya memiliki jangka waktu 1 tahun saja yaitu tahun 2010.
  3. Pada pembahasan ITSR USDA lebih mendetail dalam membahas masalah ITSR sedangkan pada ITSR UCB pembahasan tidak dilakukan secara telalu mendalam.
  4. Pada ITSR UCB terdapat sub bagian yang membahas masalah bugdet (pembiayaan) dan Timeline (waktu pelaksaan) sedangkan pada ITSR USDA hal tersebut tidak dibahas.
  5. Namun selain perbandingan antara kedua dokumen ITSR tersebut, keduanya memiliki kesamaan dalam membahas mengenai hubungan atau keterkaitan dengan pemerintah, infrastruktur (walau pada ITSR USDA masalah ini dibahas lebih mendetail dibanding pada ITSR UCB), dan visi misi organisasi/lembaga/instansi.

Ini merupakan beberapa perbandingan antara ITSR USDA dan ITSR UCB yang notabene merupakan dua lembaga yang memiliki latar belakang yang berbeda. Tentunya hal ini memiliki dampak yang berbeda pula dalam kebijakan membuat ITSR masing-masing lembaga.

Sekian review author mengenai ITSR. Mungkin untuk lebih jelasnya akan banyak di bahas di tulisan-tulisan author selanjutnya.

Untuk dokumen terkait ITSR USDA dan ITSR UCB dapat dilihat pada link di bawah ini :

  1. ITSR USDA (here)
  2. ITSR University of Colorado Boulder (here)
 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , , , , ,

IT PARADOKS ???

banyak yang tidak paham arti paradoks, perbedaannya dengan kontradiksi dan bahkan kontradiksi itu sendiri mungkin banyak yang tidak mengetahui artinya.

Dari sejumlah buku yang author baca ada perbedaan yang mencolok antara kontradiksi dan paradoks itu sendiri. Paradoks berarti kenyataan-kenyataan fakta-fakta) yang setelah ditarik kesimpulan maka bisa diambil kesimpulan yang berbeda dengan kenyataan (anggapan awal) sedangkan kontradiksi berarti suatu hal yang dari awal bernilai salah atau tidak benar.

sekarang apa hubungan IT dengan Paradoks???

dari semenjak awal penemuan teknologi atau yang sesuai dengan bahan perbincangan kita ini Information Technology aka IT, IT telah diperkenalkan sebagai alat yang akan mempermudah/membantu kehidupan manusia. Dimulai dari penemuan mesin hitung sebagai cikal bakal komputer canggih saat ini, hingga sekarang IT yang berkembang tak terbatas. Manusia selalu mengikuti tren perkembangan IT hampir mendekati kegemaran manusia akan Fashion dengan asalan jika tidak mengikuti perkembangan IT maka akan dianggap ketinggalan zaman.  Mulai dari komputer, HP, alat-alat teknologi, dan sebagainya tidak hentinya dari perubahan. Manusia yang selalu berhusnuzon selalu menilai IT dengan segala manfaatnya yang baik bagi kegiatan manusia.

Tapi apakah pernah terpikir mengenai dampak negatif dari penggunaan IT???

banyak kenyataan yang dipaparkan dihadapan kita tentang “keburukan” IT mulai dari segi sosial aka hubungan kita dengan orang lain, hingga bahkan dari segi kesehatan…

Dari segi sosial, kita mungkin sudah banyak mendengar bahwa IT yang ada saat ini terlalu memudahkan kehidupan manusia sehingga menyebabkan manusia menjadi “lost touch with reality“. Dengan adanya kemudahan yang diberikan oleh IT, manusia merasa dunia milik sendiri dengan  adanya semua akses data dihadapan mereka. Mereka menjadi orang yang jauh dari kata sosial karena semua didapatkan dengan mudah tanpa bantuan orang lain. Hal ini mulai menyebabkan hilangnya sifat manusia sedikit demi sedikit hingga mendekati sifat mesin. Selain itu dengan menggunakan IT yang jauh menjadi dekat tapi juga membuat yang dekat semakin jauh. Sebuah keluarga sebagai lingkup yang paling kecil dalam jaring sosial manusia kini  telah merubah fungsinya menjadi “hanya menjadi tempat beberapa orang yang saling berhubungan darah berkumpul“. Kita lihat contoh yang paling kecil, saat makan malam. Sebuah keluarga pada awalnya menggunakan makan malam ini sebagai ajang untuk menceritakan kegiatan mereka dipagi dan siang hari. Si anak menceritakan tentang sekolahnya, di ibu dengan agenda di pagi dan siang hari, si ayah dengan pekerjaan. Tapi kini kegiatan itu tidak ada lagi, masing-masing telah disibukkan dengan IT mereka masing-masing.

oke, i think its getting more serius than before, so lets move on to the other persfective….

dari segi kesehatan. Masalah yang timbul karena IT, dimulai dari masalah kesehatan (salah satunya penemuan earphone, headset, dsbnya), masalah penglihatan, pegel-pegel pada bagian tertentu tubuh kita yang terlalu sering berhubungan dengan IT seperti ibu jari yg digunakna untuk ber-BB, leher bagian belakang yang terlalu sering menunduk akibat laptop atau notebook hingga kegemukan yang terjadi karena terlalu banyak begadang. Selain itu sadar atau tidak dengan banyaknya alat IT dan fasilitasnya saat ini kita lebih banyak begadang daripada saat kita tidak memilikinya dan juga ada “KETERHUBUNGAN” yang aneh antara alat IT dengan penggunanya hingga bahkan penggunanya tidak bisa meninggalkan alat-alat IT kesayangan mereka.

banyak lagi hal yang mungkin akan kita dapatkan jika kita meneliti dampa IT secara lebih mendalam. Tapi kayaknya untuk saat ini cukup sekian sekilas  info dari author… Kita harus selalu melihat segala aspek dari positif dan negatifnya sehingga kita bisa mengetahui dampaknya. Tapi penggunaan dan hasil akhir selalu ada ditangan manusia itu sendiri.

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , ,

Hukum Moore, Hukum Coase, Hukum Metcalfe dan IT

Hukum Moore

disampaikan oleh Gordon E. Moore salah seorag pendiri Intel.

                “ Kecepatan perhitungan mikroprosesor mengikuti rumusan eksponensial. ”

Image

Walaupun hukum Moore ini tidak berjalan sesuai dengan kenyataannya (disebabkan karena perkembangan kecepatan mikroprosesor yang lebih cepat) dengan adanya Hukum Moore ini dijadikan sebagai target dan tujuan untuk pengembangan industri semikonduktor. Industri semikonduktor ini merupakan produk material untuk prosesor sebagai bagian penting pada computer. Sehingga aplikasi komputer dan telekomunikasi semakin berkembang dengan semakin dikembangkannya prosesor. Dari gagasan Moore ini menimbulkan peningkatan pemakaian transistor pada IC.

Hukum Metcalfe

dicetuskan oleh  Robert Metcalfe, pencipta ethernet.

                “ Nilai suatu jaringan telekomunikasi adalah proporsional dengan kuadrat jumlah pengguna terhubung dari sistem. “

Image

Saat komputer hanya digunakan untuk diri sendiri maka komputer adalah mesin ketik, mesin hitung dan mesin simpan. Namun saat dua atau lebih komputer saling terhubung maka itu akan menjadi sumber informasi. Filosofi dari Hukum Metcalfe ini menyebabkan dibangunnya jaringan atau networking. Dengan dibangunnya jaringan maka IT Resource juga akan ikut berkembang sebanding dengan banyaknya orang membutuhkan/menggunakan jaringan tersebut. Perkembangan yang terjadi tidak hanya dari manusia yang semakin banyak terhubungan dengan jaringan tapi juga dari fasilitas dan infrastruktur yang mendukung jaringan. Selain itu dengan jaringan manusia atau pengguna akan lebih mudah mengembangkan aplikasi IT dan teknologi terkait dengan mudahnya mendapat informasi (karena jaringan atau networking yang dapat menghubungkan dimana, kapan dan apapun).

Hukum Coase

dikemukan oleh Ronald Coase akademisi dari University of Chicago.

            “Bersamaan dengan biaya transaksi yang menurun, sebuah organisasi kecilpun berkembang. “

Banyaknya biaya yang dikeluarkan sebuah organisasi atau perusahaan belum tentu sebanding dengan hasil perusahaan tersebut di pasaran. Dengan adanya Hukum Coase ini para pengusaha dan organisasi mulai beralih mencari solusi dalam menurunkan biaya transaksi sekecil-kecilnya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan perkembangan IT Resource saat ini seperti internet. Dengan menggunakan internet sebuah perusaahan dapat mencari bahan baku berkualitas dengan harga terjangkau darimana pun dengan internet misalnya. Selain itu proses pengirimannya juga dapat dipantau. Proses-proses lainnya juga dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi IT seperti pembukuan keuangan dan lain-lainnya. Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah biaya transaksi oleh perusahaan. 

sumber : berbagai sumber.

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , , ,

case studi

berhubung blog (dalam rupa CMS) ini ngebahas mengenai DSS untuk penilain kinerja karyawan, g afdol dong rasanya klo g dimasukin studi kasus…

lumayan banyak sich yang ngebahas mengenai contoh studi kasus yang sesuai dengan tema yang ada….  mulai dari perusahaan swasta, negeri n dalam dunia pendidikan juga (untuk officenya bukan akademiknya..)

ni ada satu contoh yang q dapet sich.. studi kasusnya di AMIKOM, YK (deket ma kampus q… ConCat – Kaliurang ho3..) ada sistem yang dibuat dengan DSS untuk penentuan kinerja kerja dosen…. berhubung saya dapetnya dalam bentuk pdf (jurnal/penelitian mungkin) ini tak kasih  linknya aj y… klo di copyin smua… gawat bo… super duper panjang bngt (agak lebay dikit sich… ) here’s the link

okey… that it’s… enjoy it…

 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2010 in Non-Kuliah

 
 
Design a site like this with WordPress.com
Get started