RSS

Monthly Archives: March 2012

IT Strategic Planning

Now, we will -ehmmm- a little bit night talking bout IT strategy planning atau yang lebih banyak dikenal dengan nama Rencana Strategi TI.

IT strategy planning (ITSR) atau  Rencana Strategi TI seperti namanya adalah strategi dalam merencanakan penggunaan TI yang ada dalam perusahaan agar dapat bekerja dengan efektif dan efisien. ITSR ini sendiri sebenarnya tidak memiliki bentuk baku atau aturan dasar dalam pembuatannya. Bentuk dari ITSR ini tergantung dari perusaahan/instansi/lembaga yang mengeluarkannya.

Sehubungan dengan tugas author minggu ini tentang membandingkan ITSR maka dengan ini author telah mencari dokumen yang terkait dengan ITSR yang ada.

Satu dokumen merupakan contoh ITSR yang dibuat oleh salah satu lembaga pendidikan yang ada yaitu dari University Of Colorado Boulder  untuk tahun 2010 dan satu contoh dokumen ITSR lagi dibuat oleh United States Department of Agriculture (USDA) untuk tahun 2007-2011. Karena ITSR yang dibuat oleh lembaga yang berbeda maka bentuk dari ITSRnya pun berbeda. Berikut adalah beberapa perbandingan yang author dapat pada kedua dokumen ITSR berikut.

  1. Pokok pembahasan yang ada pada ITSR kedua lembaga ini berbeda. Pada ITSR USDA lebih banyak membicarakan mengenai management IT terkait dengan pemerintahan dan masalah agriculture sedangkan pada ITSR UCB lebih banyak membahas mengenai IT pada lembaga pendidikan.
  2. ITSR USDA dan ITSR UCB memiliki jangka waktu yang berbeda. Pada ITSR USDA memiliki jangka waktu 4 tahun dari tahun 2007 hingga 2011 sedangkan pada ITSR UCB hanya memiliki jangka waktu 1 tahun saja yaitu tahun 2010.
  3. Pada pembahasan ITSR USDA lebih mendetail dalam membahas masalah ITSR sedangkan pada ITSR UCB pembahasan tidak dilakukan secara telalu mendalam.
  4. Pada ITSR UCB terdapat sub bagian yang membahas masalah bugdet (pembiayaan) dan Timeline (waktu pelaksaan) sedangkan pada ITSR USDA hal tersebut tidak dibahas.
  5. Namun selain perbandingan antara kedua dokumen ITSR tersebut, keduanya memiliki kesamaan dalam membahas mengenai hubungan atau keterkaitan dengan pemerintah, infrastruktur (walau pada ITSR USDA masalah ini dibahas lebih mendetail dibanding pada ITSR UCB), dan visi misi organisasi/lembaga/instansi.

Ini merupakan beberapa perbandingan antara ITSR USDA dan ITSR UCB yang notabene merupakan dua lembaga yang memiliki latar belakang yang berbeda. Tentunya hal ini memiliki dampak yang berbeda pula dalam kebijakan membuat ITSR masing-masing lembaga.

Sekian review author mengenai ITSR. Mungkin untuk lebih jelasnya akan banyak di bahas di tulisan-tulisan author selanjutnya.

Untuk dokumen terkait ITSR USDA dan ITSR UCB dapat dilihat pada link di bawah ini :

  1. ITSR USDA (here)
  2. ITSR University of Colorado Boulder (here)
 
Leave a comment

Posted by on March 27, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , , , , ,

IT PARADOKS ???

banyak yang tidak paham arti paradoks, perbedaannya dengan kontradiksi dan bahkan kontradiksi itu sendiri mungkin banyak yang tidak mengetahui artinya.

Dari sejumlah buku yang author baca ada perbedaan yang mencolok antara kontradiksi dan paradoks itu sendiri. Paradoks berarti kenyataan-kenyataan fakta-fakta) yang setelah ditarik kesimpulan maka bisa diambil kesimpulan yang berbeda dengan kenyataan (anggapan awal) sedangkan kontradiksi berarti suatu hal yang dari awal bernilai salah atau tidak benar.

sekarang apa hubungan IT dengan Paradoks???

dari semenjak awal penemuan teknologi atau yang sesuai dengan bahan perbincangan kita ini Information Technology aka IT, IT telah diperkenalkan sebagai alat yang akan mempermudah/membantu kehidupan manusia. Dimulai dari penemuan mesin hitung sebagai cikal bakal komputer canggih saat ini, hingga sekarang IT yang berkembang tak terbatas. Manusia selalu mengikuti tren perkembangan IT hampir mendekati kegemaran manusia akan Fashion dengan asalan jika tidak mengikuti perkembangan IT maka akan dianggap ketinggalan zaman.  Mulai dari komputer, HP, alat-alat teknologi, dan sebagainya tidak hentinya dari perubahan. Manusia yang selalu berhusnuzon selalu menilai IT dengan segala manfaatnya yang baik bagi kegiatan manusia.

Tapi apakah pernah terpikir mengenai dampak negatif dari penggunaan IT???

banyak kenyataan yang dipaparkan dihadapan kita tentang “keburukan” IT mulai dari segi sosial aka hubungan kita dengan orang lain, hingga bahkan dari segi kesehatan…

Dari segi sosial, kita mungkin sudah banyak mendengar bahwa IT yang ada saat ini terlalu memudahkan kehidupan manusia sehingga menyebabkan manusia menjadi “lost touch with reality“. Dengan adanya kemudahan yang diberikan oleh IT, manusia merasa dunia milik sendiri dengan  adanya semua akses data dihadapan mereka. Mereka menjadi orang yang jauh dari kata sosial karena semua didapatkan dengan mudah tanpa bantuan orang lain. Hal ini mulai menyebabkan hilangnya sifat manusia sedikit demi sedikit hingga mendekati sifat mesin. Selain itu dengan menggunakan IT yang jauh menjadi dekat tapi juga membuat yang dekat semakin jauh. Sebuah keluarga sebagai lingkup yang paling kecil dalam jaring sosial manusia kini  telah merubah fungsinya menjadi “hanya menjadi tempat beberapa orang yang saling berhubungan darah berkumpul“. Kita lihat contoh yang paling kecil, saat makan malam. Sebuah keluarga pada awalnya menggunakan makan malam ini sebagai ajang untuk menceritakan kegiatan mereka dipagi dan siang hari. Si anak menceritakan tentang sekolahnya, di ibu dengan agenda di pagi dan siang hari, si ayah dengan pekerjaan. Tapi kini kegiatan itu tidak ada lagi, masing-masing telah disibukkan dengan IT mereka masing-masing.

oke, i think its getting more serius than before, so lets move on to the other persfective….

dari segi kesehatan. Masalah yang timbul karena IT, dimulai dari masalah kesehatan (salah satunya penemuan earphone, headset, dsbnya), masalah penglihatan, pegel-pegel pada bagian tertentu tubuh kita yang terlalu sering berhubungan dengan IT seperti ibu jari yg digunakna untuk ber-BB, leher bagian belakang yang terlalu sering menunduk akibat laptop atau notebook hingga kegemukan yang terjadi karena terlalu banyak begadang. Selain itu sadar atau tidak dengan banyaknya alat IT dan fasilitasnya saat ini kita lebih banyak begadang daripada saat kita tidak memilikinya dan juga ada “KETERHUBUNGAN” yang aneh antara alat IT dengan penggunanya hingga bahkan penggunanya tidak bisa meninggalkan alat-alat IT kesayangan mereka.

banyak lagi hal yang mungkin akan kita dapatkan jika kita meneliti dampa IT secara lebih mendalam. Tapi kayaknya untuk saat ini cukup sekian sekilas  info dari author… Kita harus selalu melihat segala aspek dari positif dan negatifnya sehingga kita bisa mengetahui dampaknya. Tapi penggunaan dan hasil akhir selalu ada ditangan manusia itu sendiri.

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , ,

Hukum Moore, Hukum Coase, Hukum Metcalfe dan IT

Hukum Moore

disampaikan oleh Gordon E. Moore salah seorag pendiri Intel.

                “ Kecepatan perhitungan mikroprosesor mengikuti rumusan eksponensial. ”

Image

Walaupun hukum Moore ini tidak berjalan sesuai dengan kenyataannya (disebabkan karena perkembangan kecepatan mikroprosesor yang lebih cepat) dengan adanya Hukum Moore ini dijadikan sebagai target dan tujuan untuk pengembangan industri semikonduktor. Industri semikonduktor ini merupakan produk material untuk prosesor sebagai bagian penting pada computer. Sehingga aplikasi komputer dan telekomunikasi semakin berkembang dengan semakin dikembangkannya prosesor. Dari gagasan Moore ini menimbulkan peningkatan pemakaian transistor pada IC.

Hukum Metcalfe

dicetuskan oleh  Robert Metcalfe, pencipta ethernet.

                “ Nilai suatu jaringan telekomunikasi adalah proporsional dengan kuadrat jumlah pengguna terhubung dari sistem. “

Image

Saat komputer hanya digunakan untuk diri sendiri maka komputer adalah mesin ketik, mesin hitung dan mesin simpan. Namun saat dua atau lebih komputer saling terhubung maka itu akan menjadi sumber informasi. Filosofi dari Hukum Metcalfe ini menyebabkan dibangunnya jaringan atau networking. Dengan dibangunnya jaringan maka IT Resource juga akan ikut berkembang sebanding dengan banyaknya orang membutuhkan/menggunakan jaringan tersebut. Perkembangan yang terjadi tidak hanya dari manusia yang semakin banyak terhubungan dengan jaringan tapi juga dari fasilitas dan infrastruktur yang mendukung jaringan. Selain itu dengan jaringan manusia atau pengguna akan lebih mudah mengembangkan aplikasi IT dan teknologi terkait dengan mudahnya mendapat informasi (karena jaringan atau networking yang dapat menghubungkan dimana, kapan dan apapun).

Hukum Coase

dikemukan oleh Ronald Coase akademisi dari University of Chicago.

            “Bersamaan dengan biaya transaksi yang menurun, sebuah organisasi kecilpun berkembang. “

Banyaknya biaya yang dikeluarkan sebuah organisasi atau perusahaan belum tentu sebanding dengan hasil perusahaan tersebut di pasaran. Dengan adanya Hukum Coase ini para pengusaha dan organisasi mulai beralih mencari solusi dalam menurunkan biaya transaksi sekecil-kecilnya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan perkembangan IT Resource saat ini seperti internet. Dengan menggunakan internet sebuah perusaahan dapat mencari bahan baku berkualitas dengan harga terjangkau darimana pun dengan internet misalnya. Selain itu proses pengirimannya juga dapat dipantau. Proses-proses lainnya juga dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi IT seperti pembukuan keuangan dan lain-lainnya. Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah biaya transaksi oleh perusahaan. 

sumber : berbagai sumber.

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2012 in Kuliah

 

Tags: , , , , , ,

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started