RSS

sistem informasi eksekutif…

ni q dapet dikit artikel tentang sistem informasi ekseskutif… hope can usefull for someone…

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF (EIS)

Pendahuluan

“orang yang bukanlah sekedar orang miskin dengan uang yang lebih banyak.”

Pierre Martineau”

Pierre Martineau, dalam penelitianya mengenai kelas sosial di amerika, menemukan perbedaan yang mendasar antara orang kaya dan orang miskin, perbedaan yang tidak dapat diukur dengan jumlah uang yang dimiliki atau tidak dimiliki. Saat kita membahas kebutuhan informasi khusus eksekutif, kita menemukan bahwa ada perbedaan yang membedakan eksekutif dari pada manajer di tingkat yang lebih rendah. Eksekutif berbeda bukan dalam hal karakteristik pribadi tetapi dalam hal perkerjaannya dan pelaksanaannya. Kita dapat menafsirkan kembali kalimat Martineau dan mengatakan “eksekutif bukanlah sekedar manajer tingkat rendah dengan pangkat yang lebih tinggi”.

Ketika manajer mencapai puncak, pekerjaannya berubah derastis,dan manajer harus mapu memenuhi tantangan tersebut.

Jika kita tidak menyertakan sistem informasi eksekutif dan hanya menyertakan sistem-sistem informasi fungsional. Manajer tingkat puncak akan menerima semua informasi mereka dari subsistem-subsistem fungsional, dan para eksekutif ini harus menyarikan dan mensistesis data menjadi suatu bentuk yang berarti bagi mereka. Sistem informasi eksekutif membebaskan eksekutif dari tugas tersebut.

Sistem informasi eksekutif berada di puncak sistem-sistem informasi fungsional, dan menyediakan informasi bagi eksekutif. Informasi berasal dari dalam perusahaan dan dari lingkungannya. Secara umum sudah diketahui bahwa infomasi lingkungan sangat penting pada tingkat puncak.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2010 in Uncategorized

 

DSS : Pengenalan (Sebuah cerita)

Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan artian pembuatan Keputusan yaitu Simon dan Mintzberg 1.    Keputusan menurut Simon Dalam bukunya terbitan Tahun 1977, simon menguraikan istilah keputusan menjadi Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram Keputusan terprogram yaitu bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi. Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masingmasing memerlukan teknik yang berbeda.  Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah : Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan  Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.  Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.  Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.  2.    Keputusan menurut Mintzberg    Mintzberg terkenal dengan teorinya mengenai peranan manajerial, teori ini mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu interpersonal, informasional, desisional. Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.  Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :          Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.          Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.

 
Leave a comment

Posted by on February 19, 2010 in Uncategorized

 

APLIKASI DSS untuk UMKM

Permasalahan UMKM yang berkaitan dengan sumber daya manusia (human resources), manajemen, funding access, informasi teknologi dan market acces membuat para UMKM umumnya memposisikan diri untuk ”apatis“ dalam membangun simbiosis yang harmonis dengan pihak intermediary

Salah satu upaya yang dapat diusung dan dikembangkan Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada tahun 2008 yang lalu telah menyusun pedoman pengambilan keputusan

pengembangan investasi UMKM berbasis teknologi dan sistem informasi, yaitu Decision Support System/DSS yang menjembatani permasalahan dasar UMKM dan kebutuhan pihak intermediary swasta untuk meningkatkan portofolio investasinya.

Aplikasi DSS dirancang untuk membantu UMKM dalam hal pengambilan keputusan pengembangan

investasi, baik dari aspek produksi, pemasaran dan keuangan dalam mengukur tingkat kelayakan sekaligus me

lihat peluang dan hambatan UMKM dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya.

Decision Support System (DSS) adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen peng

ambilan keputusan. DSS merupakan sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Agar berhasil mencapai tujuannya maka sistem tersebut harus: (1) sederhana; (2) robust; (3) mudah untuk dikontrol; (4) mudah beradaptasi; (5)

lengkap pada hal-hal penting; (6) mudah berkomunikasi dengannya. Secara implisit juga berarti bahwa sistem ini harus berbasis komputer dan digunakan sebagai tambahan dari kemampuan penyelesaian masalah dari UKM.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 19, 2010 in Uncategorized

 
 
Design a site like this with WordPress.com
Get started